Wednesday, December 10, 2014

10 Logam paling berharga di Dunia

Mungkin sebagian orang hanya mengetahui bahwa logam yang berharga mahal di dunia adalah emas dan perak. Emas dan perak banyak ditemui karena perhiasan-perhiasan di dunia ini umumnya menggunakan kedua logam tersebut. Logam bisa menjadi sangat mahal karena sangat sulit mendapatkannya di alam. Untuk mendapatkan emas, misalnya, perlu suatu pertambangan untuk memisahkan tanah dan emas yang terkandung. Kandungan emas pun sangat sedikit sekali dalam tanah tersebut, kadang-kadang emas juga bercampur dengan perak, tembaga, dan berbagai logam yang lainnya. Itulah mengapa suatu logam bisa menjadi sangat mahal. Nah, berikut inilah 10 logam yang paling berharga (bisa dikatakan termahal) di dunia;



1. Emas

Kristal Emas
Sumber: Wikimedia Commons, Kredit: Alchemist-hp
Emas adalah suatu logam yang berwarna kuning, mengkilat, berat, lembek, lunak, dan elastis. Nilai emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara di dunia. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan nilai absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia. Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya berupa batangan emas dalam satuan gram hingga kilogram [sumber: Wikipedia]. Selain dalam bidang moneter dan keuangan, emas biasa digunakan sebagai perhiasan. Banyak sekali model perhiasan yang terbuat dari campuran emas dan logam-logam lainnya seperti cincin, gelang, kalung, anting-anting, jam tangan, dan lain sebagainya. Emas juga digunakan untuk membuat komponen elektronika, perisai radiasi pada jendela, dan sebagainya.
Negara-negara penambang emas terbesar di dunia meliputi; Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, dan Tiongkok. Di Indonesia, kandungan emas sangat banyak terutama di pulau Papua. Harga emas saat ini merupakan yang tertinggi di antara logam yang lainnya. 

2. Platinum

Kristal Platinum
Sumber: Wikimedia Commons, Kredit:Periodictableru
Platinum adalah suatu logam yang berwarna keperakan dan menyilaukan mata serta tahan terhadap korosi. Platinum biasa digunakan untuk peralatan laboratorium (contoh: elektroda), termometer platinum, peralatan kedokteran gigi, perhiasan, persenjataan, dan sebagai aplikasi katalis bersama-sama dengan rhodium dan paladium untuk mengontrol emisi gas buang [sumber: Wikipedia].
Platinum merupakan logam yang sangat langka seperti halnya logam berharga lainnya. Logam ini ditemukan di Afrika Selatan, Rusia, Kanada, dan juga negara-negara lainnya. Setiap tahunnya hanya beberapa ratus ton yang diproduksi dari berbagai negara tersebut. Hal inilah yang menjadikan harga Platinum sangat tinggi. Pada tanggal 8 November 2012, harga platinum ditutup dengan harga USD 1538 per ons (USD 54,25 per gram) atau Rp14.787.870 per ons (Rp521.626,76 per gram) dengan asumsi 1 dollar = 9615 rupiah [sumber:Kitco].
3. Rhodium

Serbuk dan Padatan Rhodium
Sumber: Wikimedia Commons, Kredit: Alchemist-hp
Rhodium adalah suatu logam yang berwarna keperakan sebagaimana logam pada umumnya. Rhodium sangat tahan dari korosi dan sangat reflektif (dapat memantulkan cahaya) serta memiliki titik leleh yang sangat tinggi. Logam ini biasa digunakan untuk penyempurnaan perhiasan, lampu sorot, dan cermin. Rhodium juga digunakan untuk mesin turbin pesawat yang dipadukan dengan Platinum. Contoh penggunaan lainnya adalah sebagai bahan untuk memproduksi asam nitrat (HNO3) dan hidrogenasi senyawa organik. Penggunaan rhodium umumnya adalah dalam bidang otomotif sebagai aplikasi katalis, di mana logam ini digunakan bersama-sama dengan platinum dan paladium untuk mengontrol emisi gas buang [sumber: Kitco].
Rhodium merupakan logam yang sangat langka dan hanya dijumpai di beberapa tempat. Penghasil utama rhodium dunia adalah Afrika Selatan dengan persentase 60% terhadap pasokan rhodium dunia. Sedangkan penghasil kedua adalah Rusia. Pada tahun 1980-an, produksi rhodium dari Afrika Selatan meningkat yang mengakibatkan penurunan harga rhodium di dunia. Namun, rhodium masih merupakan logam dengan harga tertinggi di dunia. Selama satu bulan terakhir, 10 Oktober – 9 November 2012, harga rata-rata rhodium adalah USD 1203,26 per ons (USD 42,44 per gram) atau Rp11.569.344,9 per ons (Rp408.096,63 per gram) dengan asumsi 1 dollar = 9615 rupiah [sumber: Kitco].
 4. Iridium

Kristal Iridium
Sumber: Wikimedia Commons, Kredit:Materialscientist
Iridium adalah logam yang sangat keras, rapuh, berwarna keperakan. Iridium adalah elemen kedua terpadat setelah Osmium dan merupakan logam yang sangat tahan terhadap korosi bahkan pada suhu 2000°C. Iridium ditemukan pada tahun 1803 oleh Smithson Tennant. Dinamakan Iridium dari Dewi Iris, personifikasi untuk pelangi  [sumber: Wikipedia].
Iridium adalah elemen yang banyak ditemukan di kerak bumi. Elemen ini juga sangat umum ditemukan pada meteorit. Cadangan terbesar di dunia berada di Afrika Selatan. Selain itu juga terdapat di negara-negara lain di dunia. Pada 9 November 2012, harga iridium adalah USD 1050 per ons (USD 37,04 per gram) atau Rp10.095.750 per ons (Rp356.117 per gram) dengan asumsi 1 dollar = 9615 rupiah [sumber: InfoMine].
5. Palladium

Kristal Palladium
Sumber: Wikimedia Commons, Kredit: Jurii
Palladium adalah logam berwarna putih keperakan dan berkilau. Palladium termasuk dalam platinum group metals (PGMs) bersama-sama dengan platinum, rhodium, ruthenium, iridium dan osmium. Palladium memiliki titik leleh terendah di antara logam-logam tersebut dan merupakan yang terpadat. Palladium paling banyak digunakan untuk aplikasi katalis dalam bidang otomotif untuk mengontrol emisi gas buang bersama dengan rhodium dan platinum. Palladium juga digunakan dalam bidang elektronika, kedokteran, pemurnian hidrogen, pengobatan dan lain sebagainya [sumber: Wikipedia].
Palladium merupakan logam yang sangat langka. Ia paling banyak ditemukan di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia. Pada 8 November 2012, harga palladium adalah USD 613 per ons (USD 21,62 per gram) atau Rp5.893.995 per ons (Rp207.904,5 per gram) dengan asumsi 1 dollar = 9615 rupiah [sumber:Kitco].
6. Osmium

Kristal Osmium
Sumber: Wikimedia Commons, Kredit: Alchemist-hp
Osmium adalah logam berwarna abu-abu kebiruan atau hitam kebiruan. Logam ini keras, rapuh, tahan terhadap korosi, dan sangat padat. Osmium sedikit lebih padat dari iridium. Osmium jarang digunakan dalam keadaan murni, ia sering dicampurkan dengan logam lainnya. Osmoiridium salah satu jenis campuran osmium dengan iridium digunakan untuk ujung pena karena tidak mudah rusak untuk penggunaan yang sering. Osmium tetroksida biasanya digunakan dalam deteksi sidik jari dan pewarnaan jaringan lemak untuk mikroskopi optik. Penggunaan 90% platinum dan 10% osmium adalah sebagai alat pacu jantung dan penggantian katup paru-paru.
Cadangan terbesar osmium berada di Afrika Selatan, Kanada, dan Rusia. Pada 11 November 2012, harga osmium adalah USD 400 per ons (USD 14,1 per gram) atau Rp3.846.000 per ons (Rp135.663,6 per gram) dengan asumsi 1 dollar = 9615 rupiah [sumber: BASF].
7. Rhenium

Padatan Rhenium
Sumber: Wikimedia Commons, Kredit: Alchemist-hp
Rhenium adalah logam transisi yang termasuk dalam kelompok 7 elemen dalam tabel periodik. Rhenium berwarna putih keperakan dan memiliki titik leleh yang tinggi. Logam ini juga merupakan salah satu logam yang terpadat setelah platinum, iridium dan osmium. Rhenium biasa digunakan untuk membuat bagian-bagian dari mesin jet. Selain itu juga digunakan untuk katalis platinum-rhenium [sumber: Wikipedia].
Cadangan terbesar rhenium berada di Chili yang merupakan produsen utama rhenium. Selain itu juga ditemukan di Amerika Serikat, Peru, dan Kazakhstan. Pada 11 November 2012, harga rhenium adalah USD 3000 per pound (USD 6,61 per gram) atau Rp28.845.000 per ons (Rp63.592,34 per gram) dengan asumsi 1 dollar = 9615 rupiah [sumber: BASF].
8. Ruthenium

Kristal Ruthenium
Sumber: Wikimedia Commons, Kredit:Periodictableru
Ruthenum adalah logam transisi yang termasuk dalam kelompok platinum (PGMs). Logam ini bersifat sangat keras dan berwarna putih keperakan. Ruthenium sangat jarang ditemukan di dunia. Biasanya merupakan bagian kecil dari bijih platinum. Ruthenium banyak digunakan pada alat-alat elektronik untuk mengatasi karat yang sering terjadi pada logam lainnya [sumber: Wikipedia].
Produksi ruthenium hanya sekitar 20 ton setiap tahunnya dan sebagian besar  ditemukan di negara Rusia dan Amerika Serikat. Selain itu ruthenium juga ditemukan di Kanada dan Afrika Selatan. Pada 9 November 2012, harga ruthenium adalah USD 100 per ons (USD 3,5 per gram) atau Rp961.500 per ons (Rp33.915,9 per gram) dengan asumsi 1 dollar = 9615 rupiah
9. Perak

Kristal Perak
Sumber: Wikimedia Commons, Kredit: Alchemist-hp
Perak adalah logam transisi yang berwarna putih lembut keabu-abuan dan mengkilap. Logam ini memiliki konduktivitas listrik tertinggi dari setiap elemen dan konduktivitas termal tertinggi dari setiap logam. Perak telah lama dinilai sebagai logam mulia dan banyak digunakan sebagai perhiasan, ornamen-ornamen, mata uang, katalisis reaksi kimia, bahan refleksi di cermin, dan lain sebagainya [sumber: Wikipedia].
Cadangan perak dunia dihasilkan di negara-negara; Peru, Bolivia, Meksiko, Australia, Polandia, Chili, Argentina, Kanada, dan negara lainnya di dunia. Pada 9 November 2012, harga perak adalah USD 32,57 per ons (USD 1,15 per gram) atau Rp313.160,5 per ons (Rp11.046,4 per gram) dengan asumsi 1 dollar = 9615 rupiah [sumber: InfoMine].
10. Indium

Batangan Indium
Sumber: Wikimedia Commons, Kredit: Nerdtalker
Indium adalah logam berwarna putih keperakan, sangat lembut, dan memiliki titik leleh yang rendah. Pada Perang Dunia II, indium banyak digunakan sebagai bantalan mantel dalam pesawat terbang. Selain itu, indium juga digunakan sebagai komponen solder bebas timbal [sumber: Wikipedia].
Produsen terbesar indium ada di British Columbia, Kanada. Sementara produsen terkemuka indium berada di Tiongkok. Selain itu produsen indium lainnya berada di Bolivia dan negara-negara lain di dunia. Pada tahun 2011, harga indium adalah USD 720 per kg (USD 0,72 per gram) atau Rp6.922.800 per kg (Rp6.922,8 per gram) dengan asumsi 1 dollar = 9615 rupiah [sumber: USGS].

No comments:

Post a Comment